Google Search Box

Loading
Tampilkan postingan dengan label Gaul Global Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaul Global Info. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Maret 2011

Ayo Tanam Pohon Trembesi...Pohon Penyelamat Masa Depan.....

Setiap tahun, terjadi peningkatan suhu yang amat sangat signifikan. Wah.. kalau ingat kalimat ini aja, saya yakin, kalian semua pasti ngeri setengah mati membayangkan bumi kita nanti berubah jadi mesin pemanggang manusia (lebay ih..). Eh tapi bener lho, di zaman yang katanya hampir mendekati ujung manusia ini, salah satu penyebab punahnya populasi manusia secara perlahan-lahan adalah bencana kekeringan yang melanda hampir sebagian permukaan bumi. Apalagi letak negara kita di daerah tropis yang termasuk rawan kering. Ada baiknya kita memulai perbaikan mulai dari diri sendiri.

Mungkin, apa yang saya katakan tadi terdengar klise dan beberapa diantaranya mungkin akan berpendapat,"Ah, kalau sudah dilakukan orang lain, kenapa saya harus?" atau "Kan sudah ada banyak tuh, orang-orang yang gerombolan menanam pohon, saya sih nggak usah lagi. Toh pohonnya bakalan beranak pinak.."

Sayang banget ya, kalau ada orang yang berpendapat kaya gitu.. Padahal, pohon itu salah satu aset penting untuk menjaga kelangsungan hidup kita di dunia. Nah, berhubung diperingatinya Hari Lingkungan Hidup yang jatuh tanggal 5 Juni 2010, saya mau ngasih sedikit info tentang salah satu jenis pohon yang berperan penting dalam kegiatan pelestarian alam. Namanya pohon Trembesi. Apa kalian ada yang sudah pernah mendengar nama pohon itu?

Tadi iseng-iseng saya baca koran Kompas hari ini, terus ada deh gambar pohon yang bikin saya jatuh hati. Hihihi..
Saya lalu cari-cari profilnya. Dan tarraaaaa...

Ternyata eh ternyata, pohon Trembesi, yang nama latinnya dikenal dengan Albizia saman atau Samanea saman, disebut juga Pohon Hujan atau Ki Hujan, merupakan tumbuhan pohon besar dengan ketinggian hingga 20 meter dan tajuknya yang sangat lebar. Pohon Trembesi (Ki Hujan) mempunyai jaringan akar yang luas sehingga kurang cocok ditanam di pekarangan karena bisa merusak bangunan dan jalan.

Akhir-akhir ini pemerintah, dalam rangka gerakan one man one tree, menggalakkan penanaman pohon Trembesi (Ki Hujan) di seluruh wilayah Indonesia karena diyakini dari satu batang Trembesi dewasa mampu menyerap 28 ton karbondioksida (CO2) pertahunnya! Bahkan di Istana Negara, terdapat 2 batang pohon Trembesi yang ditanam oleh presiden pertama RI, Ir. Soekarno yang masih terpelihara dengan baik hingga kini. Secara gitu, pohon Trembesi bisa hidup sampai ratusan tahun!

Pohon Trembesi (Albizia saman) disebut juga sebagai Pohon Hujan atau Ki Hujan lantaran air yang sering menetes dari tajuknya karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat. Dalam bahasa Inggris pohon ini mempunyai beberapa nama seperti, East Indian Walnut, Rain Tree, Saman Tree, Acacia Preta, dan False Powder Puff. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari Meksiko, Peru dan Brazil namun sekarang telah tersebar ke seluruh daerah beriklim tropis termasuk ke Indonesia.
 
Mungkin setelah kalian membaca artikel ini, bisa dicari-cari atau mungkin bisa diingat-ingat lagi deh, letak pohon Trembesi (Ki Hujan) di sekitar kalian setelah kalian mengetahui ciri-ciri umumnya. Pohon Trembesi mempunyai batang yang besar, bulat dan tinggi antara 10-20 meter. Permukaan batangnya beralur, kasar dan berwarna coklat kehitam-hitaman. Daunnya majemuk dan menyirip ganda. Tiap helai daun berbentuk bulat memanjang dengan panjang antara 2-6 cm dan lebar antara 1-4 cm dengan tepi daun rata. Warna daun hijau dengan permukaan licin dan tulang daun menyirip. Bunga Trembesi berwarna merah kekuningan. Buahnya berwarna hitam berbentuk polong dengan panjang antara 30-40 cm. Dalam buah terdapat beberapa biji yang keras berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5 mm berwarna coklat kehitaman.

Pohon Trembesi (Albizia saman) banyak ditanam di pinggir jalan dan pekarangan yang luas sebagai pohon peneduh. Oleh Perum Perhutani, Pohon Trembesi banyak ditanam sebagai peneduh di Tempat Penimbunan Kayu (TPK). Tajuknya yang lebar dan daunnya yang lebat ditambah dengan jaringan akarnya yang luas sehingga mampu menyerap air dengan maksimal, pohon ini dipercaya mampu memberikan kontribusi dalam menanggulangi pencemaran udara dan ancaman pemanasan global. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang Pohon Trembesi mampu menyerap 28.442 kg karbondioksida (CO2) setiap tahunnya. Selain itu, di areal teduh yang dipayungi oleh pohon Trembesi suhunya bisa turun 3-4 derajat Celcius.

Batang Trembesi dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Bijinya yang biasa disebut “Mindhik” (Siter atau Godril) selain dapat dibuat makanan ringan (semacam kwaci) juga berkhasiat sebagai obat pencuci perut dengan cara diseduh dengan air panas. Daunnyapun ternyata mempunyai khasiat untuk mengobati penyakit kulit.

Sayangnya pohon ini mempunyai jaringan akar yang besar dan luas sehingga sering kali merusak bangunan di sekitarnya. Selain itu tajuknya yang lebar dan daunnya yang rimbun sering kali menghambat pertumbuhan pepohonan lain yang berada di bawahnya. Tapi, kalau hanya itu yang bisa kita perjuangkan, kenapa tidak? Banyak di sekeliling kita, bangunan-bangunan kosong yang tak terawat karena proyeknya tak kunjung kelar. 
Bagi para pembaca,  ayo deh, ajak keluarga terdekat untuk membiasakan diri menanam pohon, apapun itu. Mulailah menghiasi halaman rumah sendiri. Satu pohon, sangat berarti bagi lestarinya hidup di kemudian hari.
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Kamis, 03 Maret 2011

15 Langkah Amankan Lingkungan Hidup



  1. Gaya hidup mengkonsumsi sumber daya alam secara sembrono dan berlebihan harus dihentikan.
  2. Gunakan dan hematlah sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Ketergantungan pada bahan bakar fosil harus diakhiri.
  3. Segala keputusan harus berasal dari masyarakat banyak. Masyarakat memiliki hak untuk menentukan jenis bisnis yang bisa dilaksanakan di komunitas mereka, termasuk hak untuk memveto proyek yang mengancam publik atau kesehatan lingkungan.
  4. Keterangan rinci mengenai produk barang atau jasa, dan produk makanan harus diumumkan kepada masyarakat untuk menjamin industri dan pemerintah bisa diminta pertanggungjawabannya.
  5. Kepastian perlindungan para pekerja khususnya mereka yang terlibat dalam pembuatan bahan kimia beracun dan produk mengandung racun.
  6. Makanan dan serat-seratan harus ditanam dengan cara yang sesuai dengan ekosistem, tanpa pupuk kimia, dan pestisida atau organisme hasil rekayasa genetika.
  7. Setiap tahapan proses produksi harus dievaluasi melalui audit produksi bersih.
  8. Kurangi pembuangan dan emisi limbah B3.
  9. Hentikan pembuangan limbah B3.
  10. Akhiri produksi bahan kimia beracun
  11. Larang perdagangan teknologi kotor dan perdagangan limbah
  12. Melarang daur ulang limbah B3.
  13. Menuntut pejabat perusahaan pencemar.
  14. Semua orang harus bertanggung jawab mendorong terbentuknya masyarakat yang sesuai secara ekologis dan sosiologis.
  15. Dukunglah kelompok pelestari lingkungan.
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Mengenali Sampah Yang Kita Buang


Di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, masalah sampah sudah diperkenalkan kepada anak-­anak sekolah sejak dini. Sebuah buku terbitan Children Press Chicago, Recycling (1991),memperkenalkan dasar-dasar penanganan sampah yang diharapkan dapat mengubah pola hidup manusia modern untuk lebih peduli terhadap lingkungannya. Pola itu meliputi Reduce, ReusedanRecycledan Composting (3RC) yang merupakan dasar dari penanganan sampah secara terpadu.
Reduce (mengurangi sampah) atau disebut jugaprecycling merupakan langkah pertama untuk mencegah penimbunan sampah.
Reuse (menggunakan kembali) berarti menghemat dan mengurangi sampah dengan cara menggunakan kembali barang-barang yang telah dipakai. Apa saja barang yang masih bisa digunakan, seperti kertas-kertas berwarna-warni dari majalah bekas dapat dimanfaatkan untuk bungkus kado yang menarik. Menggunakan kembali barang bekas adalah wujud cinta lingkungan, bukan berarti menghina.
Recycle (mendaur ulang) juga sering disebut mendapatkan kembali sumberdaya (resource recovery), khususnya untuk sumberdaya alami. Mendaur ulang diartikan mengubah sampah menjadi produk baru, khususnya untuk barang-barang yang tidak dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama, misalnya kertas, alumunium, gelas dan plastik. Langkah utama dari mendaur ulang ialah memisahkar sampah yang sejenis dalam satu kelompok.
Pada dasarnya composting merupakan proses pembusukan secara alami dari materi organik, misalnya daun, limbah pertanian (sisa panen), sisa makanan dan lain-lain. Pembusukan itu menghasilkan materi yang kaya unsur hara, antara lain nitrogen, fosfor dan kalium yang disebut kompos atau humus yang baik untuk pupuk tanaman. Di Jakarta, pembuatan kompos dilakukan dengan menggunakan sampah organik 
kota dengan sistem UDPK (Unit Daur Ulang dan Produksi Kompos).Sistem itu cukup berhasil karena dapat mengurangi sampah organik dalam waktu relatif singkat (2 bulan), menghasilkan kompos bermutu, dan dapat meningkatkan pendapatan penduduk.

Mengelola Sampah Rumah Tangga Dan Prinsip 3M

  • Sediakan beberapa tempat dan kantong sampah yang berbeda setidaknya untuk menampung sampah organik dan non-organik.
  • Cucilah tempat sampah setiap kali isinya dibuang.
  • Bawalah tas atau kantong belanja tetap jika hendak berbelanja, agar tidak menumpuk di rumah.
  • Jangan memusnahkan sampah dengan membakar karena selain sangat membahayakan saluran pernafasan, merusak pula struktur tanah dan air sumur. 

    Terapkan Prinsip 3M :

  • Mengurangi (Reduce). Rencanakan dengan matang barang yang hendak dibeli, sehingga tidak berbelanja melebihi kebutuhan dan mengurangi tumpukan bekas kemasan. Bila mungkin pilihlah barang dengan kemasan sekecil mungkin.
  • Memakai kembali (Reuse). Gunakan kembali bekas kemasan yang ada, dengan membeli barang kebutuhan sehari-hari berupa isinya saja, seperti kecap, minyak goreng, sirop, kosmetik, sabun dan sebagainya. Kantong plastik bekas bisa digunakan lagi untuk belanja atau membuang sampah. Kertas yang masih polos bagian belakangnya bisa dimanfaatkan lagi. 
  • Mendaur ulang (Recycle). Barang bekas yang tidak bisa dipakai lagi di rumah, akan berguna sebagai bahan baku produksi daur ulang. Kini banyak beredar kertas, tas kain dan plastik hasil daur ulang dari barang bekas. Bantulah proses daur ulang ini dengan menempatkan barang-barang bekas itu pada tempat khusus sebelum dibuang agar mudah dipulung.
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim


Secara umum iklim merupakan hasil interaksi proses-proses fisik dan kimiafisik dimana parameter-parameternya adalah seperti suhu, kelembaban, angin, dan pola curah hujan yang terjadi  pada suatu tempat di muka bumi. Iklim merupakan suatu kondisi rata-rata dari cuaca, dan untuk mengetahui kondisi iklim suatu tempat, diperlukan nilai rata-rata parameterparameternya selama kurang lebih 10 sampai 30 tahun. Iklim muncul setelah berlangsung suatu proses fisik dan dinamis yang kompleks yang terjadi di atmosfer bumi. Kompleksitas proses fisik dan dinamis di atmosfer bumi ini berawal dari perputaran planet bumi mengelilingi matahari dan perputaran bumi pada porosnya. Pergerakan planet bumi ini menyebabkan besarnya energi matahari yang diterima oleh bumi tidak merata, sehingga secara alamiah ada usaha pemerataan energi yang berbentuk suatu sistem peredaran udara, selain itu matahari dalam memancarkan energi juga bervariasi atau berfluktuasi dari waktu ke waktu. Perpaduan antara proses-proses tersebut dengan unsur-unsur iklim dan faktor pengendali iklim menghantarkan kita pada kenyataan bahwa kondisi cuaca dan iklim bervariasi dalam hal jumlah, intensitas dan distribusinya. 
Secara alamiah sinar matahari yang masuk ke bumi, sebagian akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa. Sebagian sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang menyelimuti bumi –disebut gas rumah kaca, sehingga sinar tersebut terperangkap dalam bumi. Peristiwa ini dikenal dengan efek rumah kaca (ERK) karena peristiwanya sama dengan rumah kaca, dimana panas yang masuk akan terperangkap di dalamnya, tidak dapat menembus ke luar kaca, sehingga dapat menghangatkan seisi rumah kaca tersebut.
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Bahaya Plastik Kresek Karsinogenik Penyebab Penyakit Kanker


Badan Pengawas Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan kantung plastik atau tas kresek berwarna untuk mewadahi makanan siap santap secara langsung. Sebab bahan kimia dalam plastik daur ulang itu berisiko membahayakan kesehatan.

Menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan pada Fakultas Kedokteran Undip, Prof Dr dokter Anies Mkes PKK, kantong plastik warna hitam bersifat karsinogenik dan bisa menyebabkan kanker dalam jangka panjang. Plastik dari proses daur ulang itupun diragukan kebersihannya.
Dalam proses pembuatan plastik tahan panas biasanya ditambahkan senyawaPenta kloro bifenil (PCB) yang berfungsi sebagai satic agent. PCB menentukan kualitas plastik. “. Oleh karena itu, plastik tahan panas dimungkinkan mengandung PCB lebih banyak. Ini berbahaya bagi manusia”, katanya.


Di Jepang, keracunan PCB menimbulkan penyakit Yusho. Tanda dan gejala dari keracunan berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada perut, tangan dan kaki lemas. Pada ibu hamil bisa mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan, serta bayi lahir cacat. Pengaruh keracunan dalam jangka waktu lama atau menahun pada manusia oleh PCB antara lain kematian jaringan hati serta kanker hati.

“Memang bahayanya jika plastik dipakai membungkus makanan atau minuman dalam keadaan panas tidak tampak atau langsung saat menggunakan plastik, karena efek karsinogeniknya bersifat jangka panjang. Karena itu, untuk mengurangi bahaya plastik bagi kesehatan maupun lingkungan hidup dianjurkan sedikit mungkin menggunakan plastik untuk berbagai keperluan,” tutur pakar kedokteran lingkungan itu.

Bahan pengemas
Selain plastik, bahan pengemas styrofoam atau polystyrene juga menjadi pilihan untuk mengemas makanan siap saji. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren mampu mencegah kebocoran, dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Bahan tersebut mampu mempertahankan panas dan dingin, dan tetap nyaman dipegang, serta mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas. Biaya menjadi lebih murah, lebih aman, serta ringan.

Namun dari hasil penelitian, styrofoam tidak aman untuk digunakan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan residustyrofoam dalam makanan sangat berbahaya.residu itu dapat menyebabkanendocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat ada gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia, akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

Dalam styrofoam, ditemukan kandungan Dioctyl phthalate (DOP) yang menyimpan zat benzen yakni suatu larutan kimia yang sulit dilumat oleh sistem pencernaan. Benzen ini juga tidak bisa dikeluarkan melalui kotoran atau air kencing. Akibatnya, zat ini semakin lama semakin menumpuk dan terbalut lemak, yang bisa memicu munculnya penyakit kanker.

“Benzana bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tiroid, mengganggu sistem saraf sehingga menyababkan kelelahan, mempercepat detak jantung, sulit tidur, badan menjadi gemetaran, dan menjadi mudah gelisah. Pada beberapa kasus, benzana termakan, dia akan masuk ke sel-sel darah dan lama-kelamaan akan merusak sumsum tulang belakang. Akibatnya produksi sel darah merah berkurang dan timbullah anemia,” jelas Anies.
Efek lainnya, sistem imun akan berkurang sehingga kita mudah terinfeksi. Pada wanita, zat ini berakibat buruk terhadap siklus menstruasi dan mengancam kehamilan. Yang paling berbahaya, zat ini bisa menyebabkan kanker payudara dan kanker prostat.

Namun, menurut Prof dokter Ichrodjuddin Nasution SpFK (K), ahli farmakologi klinik, penggunaan dalam jumlah kecil dan frekuensi tidak sering, tidak akan berbahaya bagi tubuh. Sebab, tubuh memiliki alat detoksifikasi atau penghilang racun di organ hati. “asal jumlahnya tidak terlalu banyak masuk dalam tubuh, tidak apa-apa. Tubuh kita bisa menghilangkan racun itu dengan sendirinya,” ujarnya.
Akan tetapi jangan menggunakan plastik untuk membungkus langsung makanan panas. Misalnya larutan panas seperti bakso atau makanan berkuah lainnya.

Survei di AS tahun 1986 menunjukkan 100% jaringan lemak orang Amerika mengandung styrene berasal dari styrofoam. Penelitian dua tahun kemudian menyebutkan kandungan styrene sudah mencapai ambang batas sehingga menimbulkan gangguan saraf.

Penelitian di New Jersey ditemukan 75% ASI (air susu ibu) terkontaminasistyrene, karena si ibu menggunakan wadah styrofoam saat mengkonsumsi makanan. Styrene bisa bermigrasi ke janin melalui plasenta pada ibu-ibu hamil. (sumber : harian Suara Merdeka edisi 16 Juli 2009)

Pada prinsipnya, setelah mengetahui kandungan beserta bahayanya terhadap kesehatan kita akan bahan-bahan tersebut diatas, apapun yang kita lakukan untuk menghindari ataupun mengurangi pemakaian plastik berarti pula bahwa kita telah melakukan satu lagi aksi penyelamatan terhadap bumi ini.
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

BOKASHI ( Bahan Organik Kaya Akan Sumber Hayati )


Bokashi adalah pupuk kompos yang dihasilkan dari proses fermentasi atau peragian bahan organik
dengan teknologi EM4 (Effective Microorganisms 4). Keunggulan penggunaan teknologi EM4 adalah
pupuk organik (kompos) dapat dihasilkan dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan dengan cara konvensional.
EM4 sendiri mengandung Azotobacter sp., Lactobacillus sp., ragi, bakteri fotosintetik dan
jamur pengurai selulosa. Bahan untuk pembuatan bokashi dapat diperoleh dengan mudah
di sekitar lahan pertanian, seperti jerami, rumput, tanaman kacangan, sekam,
pupuk kandang atau serbuk gergajian. Namun bahan yang paling baik digunakan sebagai bahan pembuatan bokashi
adalah dedak karena mengandung zat gizi yang sangat baik untuk mikroorganisme.

Pembuatan bokashi
Bahan pembuatan bokashi (jerami, rumput, pupuk hijau, pupuk kandang dan sebagainya)
dapat berupa bahan yang sudah kering ataupun masih basah (segar). Ada beberapa jenis bokashi, yaitu:

1. Bokashi jerami
Bahan yang digunakan:
a. Jerami sebanyak 10 kg (bisa juga rumput atau tanaman kacangan) yang telah dipotong-potong sehingga jerami berukuran panjang sekitar 5-10 cm.
b. Dedak sebanyak 0,5 kg dan sekam sebanyak 10 kg.
c. EM4 sebanyak dua sendok makan (10 ml).
d. Molases atau gula sebanyak dua sendok makan (10 ml) dan air secukupnya.

Cara pembuatan:
a. Pertama-tama dibuat larutan dari EM4, molasses/ gula dan air dengan perbandingan 1 ml: 1 ml: 1 l air.
b. Bahan jerami, sekam dan dedak dicampur merata di atas lantai yang kering.
c. Selanjutnya bahan disiram larutan EM4 secara perlahan dan bertahap sehingga terbentuk adonan.
Adonan yang terbentuk jika dikepal dengan tangan, maka tidak ada air yang keluar dari adonan.
Begitu juga bila kepalan dilepaskan maka adonan kembali mengembang (kandungan air sekitar 30%).
d. Adonan selanjutnya dibuat menjadi sebuah gundukan setinggi 15-20 cm. Gundukan selanjutnya ditutup dengan karung goni selama 3-4 hari. Selama dalam proses, suhu bahan dipertahankan antara 40-50 o C. Jika suhu bahan melebihi 50 o C, maka karung penutup dibuka dan bahan adonan dibolak-balik dan selanjutnya gundukan ditutup kembali.
e. Setelah empat hari karung goni dapat dibuka. Pembuatan bokashi dikatakan berhasil jika bahan bokashi terfermentasi dengan baik. Ciri-cirinya adalah bokashi akan ditumbuhi oleh jamur yang berwarna putih dan aromanya sedap. Sedangkan jika dihasilkan bokashi yang berbau busuk, maka pembuatan bokashi gagal.
f. Bokashi yang sudah jadi sebaiknya langsung digunakan. Jika bokashi ingin disimpan terlebih dahulu, maka bokashi harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara mengangin-anginkan di atas lantai hingga kering. Setelah kering bokashi dapat dikemas di dalam kantung plastik.

Penggunaan:
Bokashi jerami sangat baik digunakan untuk melanjutkan proses pelapukan mulsa
dan bahan organic lainnya di lahan pertanian. Bokashi jerami juga sesuai untuk diaplikasikan
di lahan sawah.

Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

KEUNGGULAN DAN MANFAAT BIOPORI


KEUNGGULAN DAN MANFAAT
Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara (1) meningkatkan daya resapan air, (2) mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), dan (3) memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria. 
                                                                        (Gambar 1)

Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Selasa, 01 Maret 2011

CARA TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN SENGON / ALBASIA / ALBAZIA

Botani Sengon

Sengon dalam bahasa latin disebut Albazia Falcataria, termasuk famili Mimosaceae, keluarga petai – petaian. Di Indonesia, sengon memiliki beberapa nama daerah seperti berikut :
Jawa :jeunjing, jeunjing laut (sunda), kalbi, sengon landi, sengon laut, atau sengon sabrang (jawa).
Maluku : seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate), dan gosui (Tidore)
Bagian terpenting yang mempunyai nilai ekonomi pada tanaman sengon adalah kayunya. Pohonnya dapat mencapai tinggi sekitar 30–45 meter dengan diameter batang sekitar 70 – 80 cm. Bentuk batang sengon bulat dan tidak berbanir. Kulit luarnya berwarna putih atau kelabu, tidak beralur dan tidak mengelupas. Berat jenis kayu rata-rata 0,33 dan termasuk kelas awet IV - V.
Kayu sengon digunakan untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, peti kas, perabotan rumah tangga, pagar, tangkai dan kotak korek api, pulp, kertas dan lain-lainnya.
Tajuk tanaman sengon berbentuk menyerupai payung dengan rimbun daun yang tidak terlalu lebat. Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda dengan anak daunnya kecil-kecil dan mudah rontok. Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi untuk memasak makanan dan sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari udara bebas.
Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah, akar rambutnya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol kepermukaan tanah. Akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur.
Dengan sifat-sifat kelebihan yang dimiliki sengon, maka banyak pohon sengon ditanam ditepi kawasan yang mudah terkena erosi dan menjadi salah satu kebijakan pemerintah melalui DEPHUTBUN untuk menggalakan ‘Sengonisasi’ di sekitar daerah aliran sungai (DAS) di Jawa, Bali dan Sumatra.
Bunga tanaman sengon tersusun dalam bentuk malai berukuran sekitar 0,5 – 1 cm, berwarna putih kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bunga mekar terdiri dari bunga jantan dan bunga betina, dengan cara penyerbukan yang dibantu oleh angin atau serangga.
Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis, dan panjangnya sekitar 6 – 12 cm. Setiap polong buah berisi 15 – 30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil dan jika sudah tua biji akan berwarna coklat kehitaman,agak keras, dan berlilin.
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Senin, 14 Februari 2011

Kulit Durian sebagai Energi Alternatif

Briket kulit durian sebenarnya tak jauh berbeda dari briket arang tempurung kelapa dan briket arang kayu. Ketiganya sama-sama tidak berasap, sehingga relatif tidak menimbulkan polutan (zat pencemar) udara.Selain itu, ketiga jenis briket ini juga gampang digunakan. Inilah yang membedakannya dari briket batubara, yang penggunaannya kurang praktis dan pembakarannya menimbulkan polutan yang membahayakan kesehatan manusia.

Namun, briket kulit durian memiliki beberapa keunggulan
ketimbang briket arang kayu dan arang batok kelapa, apalagi dibandingkan briket batubara. Selain bisa ikut memcahkan masalah penanganan limbah durian, ketersediaan limbah kulit durian di Jawa Tengah juga melimpah. Bahkan briket ini menimbulkan bau harum ketika digunakan, sehingga cocok digunakan untuk industri makanan, baik berskala rumah tangga maupun besar. Karena beberapa keunggulan itulah, briket kulit durian memiliki potensi pasar terbuka luas, baik pasaran lokal, domestik, dam ekspor.

Berdasarkan penelitian, briket arang merupakan arang yang diubah bentuk, ukuran, dan kerapatannya, sehingga menjadi produk yang lebih praktis digunakan sebagai bahan bakar. Sedangkan briket kulit durian adalah residu, yang sebagaian besar komponennya adalah karbon. Ia terjadi karena penguraian kulit durian, akibat perlakuan panas. Peristiwa ini dapat terjadi pada pemanasan langsung atau tidak langsung dalam timbunan, kiln, retort, serta nur tanpa atau dengan udara terbebas.

Penggunaan bahan bakar berbentuk briket memang lebih efektif dan efisien. Sebab bentuk dan ukurannya dapat disesuaikan dengan keperluan. Pembuatan briket kulit durian ini memberikan banyak keuntungan dibandingkan dengan pembuatan briket dengan bahan baku batubara atau kayu. Selan itu, arang dapat ditingkatkan kerapatannya, bentuk dan ukurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, tidak kotor, mudah transportasinya, dan praktis untuk digunakan sebagai bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga.

Proses pembuatan
Tak sulit untuk membuat briket kulit durian. Pertama, kulit durian dicacah, baik secara manual maupun menggunakan pencacah. Dalam acara Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional VIII di Pontianak, beberapa waktu lalu, pengunjung terpesona melihat kreasi para pelajar dari Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Pontianak. Mereka menunjukkan kebolehannya dengan menyuguhkan alat pencacah kulit durian berkapasitas 500-1.000 kg/jam. Dengan tenaga diesel 7 HP, diperoleh hasil cacahan dengan dimensi yang bisa diatur. Pengaturan mata pisau pun bisa diatur secara fleksibel.

Hasil cacahan dijemur, kemudian dioven dalam suhu 100 derajt Celcius selama 30 menit. Setelahkering dimasukkan ke furnace sampai arang granular (pembakaran tidak sempurna). Dalam proses pembuatan arang granular akan dihasilkan arang berukuran besar (kasar) dan halus (powder). Arang besar bisa digunakan sebagai bahan baku karbon aktif, sedangkan arang halus digunakan sebagai bahan baku briket.

Namun demikian, arang graular berukuran besar pun dapat digunakan sebagai bahan bakar pemmbuatan briket kulit, tapi harus melalui proses penghalusan. Setalah dihaluska (biasanya dengan mesin crusher), arang yang dihasilkan dihancurkan dan ditambah dengan larutan kaji 10%, tanah hat 10%, dan larutan NaOH 1%. Selanjutnya dicetak menjadi briket.

Tahap berikutnya adalah mengeringkan briket pada suhu tertentu (menggunakan oven), sehingga dihasilkan briket kulit durian dengan kadar air tertentu. Briket yang dihasilkan dioven lagi hingga kering. Tanda sudah kering, jika diletakkan di tangan terasa ringan. Selain itu, tak ada serbuk yang menempel di tangan.

Beberapa keunggulan briket kulit durian adalah nilai kalorinya relatif tinggi, tak berbau, tidak bersifat polutan, tidak menghasilkan gas SO, dan bisa langsung menyala (tak perlu minyak tanah untuk “memancing” seperti pada briket batubara). Pemakaiannya relatif lama, sekitar 2 jam 20 menit. Bentuk dan ukurannya juga disesuaikan dengan kebutuhan.

Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan 1 kg briket kulit durian dengan harga Rp 1.500/kg mampu menghasilkan kalori 5.010 Kkal. Sementara penggunaan 1 liter minyak tanah (harga Rp 2.500/liter) hanya mampu menghasilkan 4.400 kkal. Jadi penggunaan briket kulit durian jauh lebih murah sekitar 409 ketimbang menggunakan minyak tanah. Sayang jika kulit durian di Jawa Tengah hanya dibuang ke tong sampah tanpa menghasilkan nilai tambah. Inilah peluang inovator, inventor, dan lembaga penghasil teknologi untuk terus berkreasi dan berinovasi.












(Sumber : Harian Suara Merdeka 3/5/2007)

Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Biopestisida

Pestisida alami adalah suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari alam seperti tumbuhan. Pestisida alami merupakan pemecahan jangka pendek untuk mengatasi masalah hama dengan cepat Pestisida nabati bersifat ramah lingkungan karena bahan ini mudah terdegradasi di alam, sehingga aman bagi manusia maupun lingkungan (Cheng dan Hanlon, 1985; Kardinan, 1999). Selain itu pestisida nabati juga tidak akan mengakibatkan resurjensi maupun dampak samping lainnya, justru dapat menyelamatkan musuhmusuh alami (Untung, 1993).
Pestisida nabati merupakan produk alam dari tumbuhan seperti daun, bunga, buah, biji, kulit, dan batang yang mempunyai kelompok metabolit sekunder atau senyawa bioaktif (Anonim, 1994). Beberapa tanaman telah diketahui mengandung bahan-bahan kimia yang dapat membunuh, menarik, atau menolak serangga. Beberapa tumbuhan menghasilkan racun, ada juga yang mengandung senyawa-senyawa kompleks yang dapat mengganggu siklus pertumbuhan serangga, sistem pencernaan, atau mengubah perilaku serangga (Supriyatin dan Marwoto, 2000).
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Potensi buah lerak (pembersih, deterjen, hingga pembasmi hama)

Anak-anak zaman sekarang mungkin sudah jarang, atau bahkan melihat, buah, dan tanaman lerak (Sapindus rarak). Salah satu sebabnya adalah munculnya produk-produk modern yang menjadi kompetitor, mulai dari sabun pencuci, sabun wajah, obat pembasmi serangga, dan sebagainya. Aneka manfaat lerak telah digerogoti produk modern, padahal lerak jelas lebih ramah lingkungan, bahkan berpotensi menyelamatkan bumi dari pemanasan global (global warming).

Tanaman lerak (Sapindus rarak)
termasuk tumbuhan raksasa dengan tinggi yang bisa mencapai 42 meter dengan diameter batang sekitar 1 meter. Daun berbentuk bulat telur sampai langset. Perbungaanya majemuk, malai, terdapat di ujung batang, dan berwarna putih kekuningan. Buahnya berbentuk bundar seperti kelereng. Buah yang tua (masak) berwarna cokelat kehitaman, dengan permukaan buah yang licin dan mengkilap. Bijinya bundar dan berwarna hitam. Daging buahnya sedikit berlendir, tetapi mengeluarkan aroma wangi.

Buah lerak dahulu dikenal sebagai bahan untuk mencerahkan warna yang berasal dari soga (pewarna alami), seperti kain batik. Batik yang dicuci dengan buah lerak akan memiliki kualitas warna yang tetap baik dan awet. Lerak juga kerap digunakan untuk mencuci bahan-bahan dari kuningan, tembaga, bahkan emas.
Para ahli botani mengelompokkan lerak sebagai tanaman biopestisida, karena sangat baik untuk digunakan untuk obat pembunuh serangga atau pembasi cacing tanah. Daging buahnya mengandung saponin yang bersifat biopestisida. Bijinya mengandung minyak. Larak juga bisa digunakan sebagai sabun wajah untuk mengurangi jerawat. Berikut beberapa kegunaan buah lerak yang dapat dibuat sendiri.
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Reduce, Reuse, dan Recycle

Reduce, Reuse, dan Recycle adalah rumusan mudah partisipasi kita untuk bumi tercinta...

Tidak perlu menjelaskan apa itu global warming, saya yakin kalian sudah mengetahuinya. Cuaca panas, Gersang, Air sulit, pandangan silau, ya itulah penjelasan mudah apa itu global warming. Yang kita lakukan sebenarnya adalah bagaimana memanjakan bumi dan menjaga lingkungan agar global warming bisa ditekan "progressnya". Saya yakin kita semua tidak ingin hal-hal buruk diatas bertambah parah (saya sendiri sangat tidak senang dengan hal-hal buruk diatas).

Solusi termudah adalah dengan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle)

 Reduce  Kurangi pemakaian barang-barang (dari alam).
     Apalagi kalo bukan untuk menjga kelestarian alam. "Reduce" bisa dipraktikan untuk barang/sumber yang irreversible (sangat disarankan) dan juga yang reversible. contohnya :

    * Mengurangi pemakaian plastik/stereofoam yang terurainya setelah ratusan tahun. Lebih baik lagi dengan mempopulerkan pemakaian plastik yang mudah terurai. Untuk bumiku, saya sangat mengapresiasi dan acungkan jempol saya sendiri dan jempol teman saya untuk Indomart (sebut merek, tak apa-apa) yang menggunakan plastik yang mudah terurai sebagai kantong pembungkusnya.
    * Mengurangi pemakaian bahan-bahan reversible juga diperlukan, mengapa? barangkali untuk memproduksi barang itu menggunakan sumber daya alam dalam jumlah banyak atau justru memperoleh bahannya dengan merusak alam.


 Reuse  Jangan cuma membuangnya, Reuse!
     Dengan reuse, kita telah mengurangi apa-apa saja yang terus mengotori our beloved earth.
Contoh mudahnya :

    * Daripada membuang baju lusuh (tidak dipakai lagi) ke tempat samapah, lebih baik dipotong untuk kain pencuci perabotan atau untuk lap. Itu jauh lebih berguna daripada harus membeli kain pencuci maupun kain lap, toh sebagus-bagusnya merek, akhirnya juga hanya untuk nge-lap yang kotor-kotor. _simple mind
    * Bisa juga digunakan dalam acara-acara tertentu seperti "Hellowen Day" di Amerika atau "Karnaval" di Indonesia. Bisa buat baju ala pahlawan Indonesia yang terkesan lusuh dengan sedikit cipratan cat merah dan bersenjatakan bambu runcing. _simple mind

Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Rabu, 09 Februari 2011

AIR MURNI TERBAIK TERNYATA ADA DI TANAMAN KAKTUS BERDURI

Peneliti University of South Florida menemukan air murni terbaik ada di pir kaktus berduri. Penghuni gurun ini sangat efektif dalam memindahkan sedimen dan bakteri dari air kotor dan berita baiknya tumbuhan ini bisa hidup di seluruh dunia.

Penelitian ini bukan yang pertama mendapati kemampuan tumbuhan kaktus itu. Komunitas Meksiko pada abad 19 menggunakan kaktus sebagai perangkat untuk memurnikan air. Lapisan getah yang tebal pada kaktus yang menyimpan air, adalah bagian yang bertanggung jawab untuk memurnikan air tersebut.

Peneliti kemudian menyarikan getah dan menambahkan ke dalam air yang kotor karena sedimen dan bakteri.

Getah mengakibatkan sedimen dan bakteri bergabung, kemudian mengendap di bagian bawah dan memisahkan 98 % bakteri di dalam air.

Peneliti melihat komunitas di negara berkembang menggunakan kaktus di kehidupan sehari-hari mereka. Mereka biasa merebus sepotong kaktus untuk mendapatkan getah kemudian menambahkan getah tersebut ke dalam air, sama seperti yang dilakukan para peneliti.

Namun masih ada rintangan yang harus diatasi. Sumber daya yang perlu dipersiapkan untuk mengembangkan penyebaran kaktus dan bagaimana meyakinkan masyarakat bahwa air yang telah disaring ini benar-benar bebas bakteri.

Jika beberapa masalah ini dapat dipecahkan, maka air yang murah dan bersih dapat dijangkau jutaan orang yang kekurangan sumber daya alam ini. [inilah.com]
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Jumat, 21 Januari 2011

Gaul Green Action Mobile Version

Kabar gembira buat para pengikut setia Green Action Gallery, sekarang kalian sudah bisa mengakses blog kami di handphone kalian dengan mengetik alamat http://greenactiongallery.blogspot.com/?m=1

atau kalian bisa juga scan gambar barcode yang ada di sidebar blog kami menggunakan handphone yang mempunyai fasilitas scan barcode, silahkan scan gambar dibawah ini :
jangan lupa di bookmark ya....terima kasih.



Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Kamis, 20 Januari 2011

Budidaya Kaktus Mini


1. Sejarah Kaktus
Kaktus berasal dari kata Yunani kaktos. Artinya, tanaman berduri. Adalah Linneaus, ahli botani yang membuat klasifikasi tanaman, yang memasukkan kaktus ke dalam kelompok tumbuhan berduri atau Cactaceae.
Bila merujuk pada sejarah, kaktus telah tumbuh sekitar 100 juta tahun lalu. Dulu kaktus punya bentuk tubuh yang tinggi. Lalu sekitar 60 juta tahun kemudian, kaktus dinyatakan punah. Ini terjadi akibat letusan gunung berapi yang ikut menenggelamkan Benua Amerika, yang notabene tempatnya bertumbuh.
Usai kegiatan vulkanik gunung berapi itu berhenti, kaktus kembali tumbuh. Namun kaktus generasi ”anyar” ini tumbuh dengan bentuk yang lebih pendek dari moyangnya tadi. Kaktus bentuk pendek itulah yang sering kita jumpai pada masa kini.
Umumnya, kaktus datang dari dataran tandus seperti Amerika Selatan dan Meksiko. Daerah-daerah itu punya curah hujan rendah dengan frekuensi yang tak tentu. Perubahan suhu yang ada pun sangat ekstrem. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa kaktus itu berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, Kanada Utara sampai ke Kepulauan Galapagos, di Pasifik dan Kepulauan tropis di India Timur dan Karibia.
Wilayah hidup kaktus amat beragam. Dari daerah pantai yang mengarah ke laut, hutan belantara sampai ke gunung berbalut es macam Pegunungan Andes. Jadi, bukan hal aneh bila bertemu kaktus pada ketinggian 3000 – 4000 m dpl.
Dari kenyataan tadi, bisa dibilang kaktus termasuk tanaman yang mampu bertahan di segala medan. Kaktus mudah melakukan penyesuaian dan bentuk-bentuk adaptasi pada tubuhnya. Contoh adaptasi ini bisa dilihat dengan jelas. Bila kondisi alamnya tidak sesuai, ukuran daun kaktus akan mengecil atau malah sama sekali tidak keluar daun. Perakarannya menyempit dan batang dijadikan tempat penyimpanan air. Saat berada di daerah yang bersuhu panas dan tanah gersang, kaktus beradaptasi dengan cara membentuk kulit tubuh yang tebal dan berlapis lilin. Tak ketinggalan, tumbuh bulu-bulu halus atau duri-duri yang tajam. Fungsinya jelas, mengurangi pengeluaran air dari tubuh.
Dalam hal penyebaran, burung pemakan buah kaktus dianggap berjasa menebarkan benih ke segala tempat di belahan dunia. Walau begitu, manusia tetap diakui sebagai faktor utama dalam menyebarluaskan tanaman berkeping dua ini. Peran itu bisa dilihat ketika mereka melakukan perpindahan tempat, kaktus tak pernah tertinggal dalam daftar bawaan.
Contoh paling gampang, proses penyebaran kaktus di negeri sendiri. Di Indonesia, kaktus masuk lewat tangan-tangan pemerintahan jajahan Belanda. Bule-bule asal negeri kincir angin itu yang pertama kali dan membudidayakan bibit kaktus. Mulanya pemerintah Belanda mendatangkan kaktus jenis duri entong (Cereus Peruvianus) dan kaktus duri gambas (Opuntia Monocantha) sebagai makanan ternak.
Majunya teknologi pertanian membuka lembaran baru dunia tanaman, termasuk kaktus. Teknologi mutakhir seperti kultur jaringan menghasilkan bibit baru dengan mutu prima dan seragam. Silangan antar jenis, menghasilkan varietas kaktus yang kian beragam. Teknik grafting atau sambung kaktus lebih mempercantik penampilan. Singkatnya, bagi Anda yang ingin menanam kaktus kini banyak pilihan jenis dan cara menanam.
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Rabu, 19 Januari 2011

Belajar Mencintai Lingkungan Dari Masyarakat Primitif

Lingkungan dan manusia memiliki keterkaitan yang erat, manusia merupkan bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan, dan kehidupan manusia tergantung pada kelestarian lingkungan, karena lingkungan merujuk kepada segala sesuatu yang diperlukan oleh makhluk hidup yang disebut sumber daya alam, sebaliknya kelestarian lingkungan tergantung pada aktivitas manusia.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah manusia suadah melestarikan lingkungannya sebagai aset kehidupan?, dalam hal ini saya akan memberikan stimulan mengenai dua sisi lingkungan hidup kita. Baduy (suku adat yang terletak di kabupaten Lebak, provinsi Banten) memiliki karakteristik yang khas, masyarakat Baduy benar-benar menjaga lingkungannya, tatanan sosial mereka teratata rapi.
Disana tidak ada asap rokok, polusi, bau sampah dan sebagainya. Semuanya terasa asri dan indah. Udaranya segar karena disana pepohonan yang besar dan rimbun tunbuh subur, sehingga sirkulasi udara berjalan lancar, hamparan sawah yang hijau, aliran air yang jernih, segala sesuatunya menyatu dengan alam, dan yang membuat saya berdecak kagum masyarakat disana memiliki aturan yang sudah terikat dan harus dijalankan. Mereka dilarang menggunakan sabun, pasta gigi, dan hal-hal yang bisa merusak lingkungan, bahkan mereka dilarang menebang pohon dan membunuh binatang tanpa alasan yang kuat. Menurut Puun (kepala suku Baduy) siapa saja yang melanggar pantangan tersebut maka mereka akan diusir dan tidak dianggap sebagai keluarga suku Baduy.
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Polusi dan Limbah

Pernah dengar dua kata di atas. Pasti pernahkan? Ya kedua kata di atas merupakan kata-kata yang menggambarkan perusakan lingkungan. Polusi adalah pencemaran. Biasanya kita mengasosiasikan polusi ini dengan polusi udara, padahal yang namanya polusi itu segala sesuatu pencemaran mulai dari air, udara, sampai polusi tanah. Semuanya tentunya sangat berbahaya bagi lingkungan dan merugikan kehidupan manusia. 
 Polusi udara rata-rata dihasilkan dari gas buang kendaraan bermotor atau asap-asap pabrik. Dengan adanya asap-asap itu, udara menjadi kotor dan kita yang menghirupnya juga akan merasa sesak. Bahkan jika kita mencemarkan udara dengan za-zat tertentu, udara bisa menjadi beracun lho. Kita lihat pada saat bom Hiroshima dan Nagasaki. Bebarapa saat setelah bom atom tersebut meledak, pasti kita tahu kan ada awan jamur besar yang membumbung tinggi ke angkasa. Nah awan jamur tersebut membawa partikel-partikel debu radioaktif yang sangat berbahaya. Beberapa hari kemudian setelah awan jamur itu hilang, turun hujan yang berwarna hitam dan airnya kental. Air itu sangat beracun lho. Tetapi warga Hiroshima dan Nagasaki terpaksa meminumnya dan dapat ditebak mereka mengalami keracunan.
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Pestisida Merusak Lingkungan

Selama ini, kita mengetahui bahwa pestisida sangat berguna dalam membantu petani merawat pertaniannya. Pestisida dapat mencegah lahan pertanian dari serangan hama. Hal ini berarti jika para petani menggunakan pestisida, hasil pertaniannya akan meningkat dan akan membuat hidup para petani menjadi semakin sejahtera. Dengan adanya pemahaman tersebut, pestisida sudah digunakan di hampir setiap lahan pertanian.
Tetapi, dibalik manfaatnya yang besar, akhirnya para peneliti menyadari bahwa pestisida memiliki dampak yang cukup merugikan pada pemakaiannya. Setelah diteliti, pestisida dapat merusak ekosistem air yang berada di sekitar lahan pertanian. Mengapa demikian? Jika pestisida digunakan, akan menghasilkan sisa-sisa air yang mengandung pestisida. air yang mengandung pestisida ini akan mengalir melalui sungai atau aliran irigasi dan dapat menyuburkan ganggang di perairan tempat sungai atau irigasi tadi bermuara.
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Senin, 17 Januari 2011

Penanganan Limbah cair dengan Sistem Kolam dan Lagun


Limbah cair merupakan hasil buangan dari kegiatan industri yang belum termanfaatkan. Biasanya, Limbah cair industri dibuang diperairan sekitar pabrik, karena itulah kebanyakan lokasi industri selalu berdekatan dengan perairan. Limbah cair yang dihasilkan dapat memberikan dampak negative terhadap lingkungan jika tidak tertangani dengan baik. Hal ini dikarenakan limbah mengandung sejulah polutan yang memberikan ketidak seimbangan ekosistem perairan.
Limbah cair industri pangan mengandung sejumlah bahan organik yang terdiri dari : karbohidrat, protein, lemak, garam-garam mineral dan sisa-sisa bahan kimia yang digunakan sebaga bahan pembersih dan bahan tambahan pengolahan. Kandungan organik merupakan bahan makanan bagi mikroorganisme sehingga mikroorganisme dapat berkembang lebih banyak dan mereduksi oksigen yang terlarut dalam air. Berkuranya kandungan oksigen dalam air dapat menimbulkan bau busuk dan warna air menjadi kehitaman.Untuk itu, perlu adanya penangan limbah industri pangan sebagai usaha menghindarkan terjadinya polusi air.
Salah satu penangan limbah yang sering dipakai oleh industri pangan adalag sistem Kolam dan lagun. Hal ini dikarenakan sistem ini dianggap lebi sederhana dari sistem yang ada. Sistem kolam dan lagun dapat digolongankan dalam kolam fakultatif, aerobik, anaerobik, dan lagun aerasi.
1.     Kolam fakultatif adalah kolam yang paling umum digunakan. Pada kola mini terjadi proses aerobik pada lapisan atas dan anaerobik pada lapisan bawah terutama pada padatan yang tersendap. Kolam ini juga sering disebut kolam oksidasi atau lagun stabilitasi limbah. Muatan limbah dalam kolah ini dibawah 50 lb/BOD/acre(0,4646 ha)/hari dan BOD 20-40 mg/L.
2.     Kolam Aerobik terjadi proses pemecahan bahan organic melalui oksidasi aerobik dengan oksigen diperoleh dari pengadukan (aerasi) dan fotosintersis. Oksigen dimasukkan dengan sirkulasi ulang cairan, angin, atau pengadukan mekanik dan dengan fotosintesis. Standar muatan kolam ini dibawah 100-200 lb/BOD/acre/hari dengan kandungan BOD 10-20 mg/L jika sel ganggang dihilangkan.
3.     Kolam anarebok adalam kolam yang terdapat sistem dimana konsentrasi limbah oragnik yang diterapkan perunit area cukup untuk menghasilkan pemecahan oksigen terlarut secara sempurna dengan membatasi fotosintesis , dengan kebutuhan oksigen bakteri yang tinggi, atau kedua-duanya. Kolam ini umumnya lebih dalam, mempunyai nisbah luas permukaanterhadap volume yang kecil. Kolam ini memiliki muatan sekitar 400 lb/BOD/acre/hari.
4.     Lagun Aerasi  merupakan unit penanganan biologic dimana kebutuhan oksigen dipenuhi dengan peralatan aerasi mekanik. Suplai oksigen secara kontinyu mendukung lagun aerasi untuk menangani air limbah per unit volume per hari. Lagun umumnya, beroperasi tanpa daur ulang padatan dan dapat mencapai penghilangan 50-90 % BOD tergantung muatan yang diberikan, mutu efluen yang dibutuhkan dan apakah padatan dalam efluen dihilangkan sebelum pengeluaran

Sumber.
Jenie, Betty Sri laksmi dan Rahayu, Winiati Pudji. 1990. Penanganan Limbah Industri Pangan. Bogor : Kanisius.
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Jumat, 14 Januari 2011

SAY NO TO GLOBAL WARMING…


Ehm…akhir-akhir ini udara semakin panas beda dari tahun-tahun sebelumnya. Sobat GAUL tahu gak kira-kira apa penyebabnya?
Yupz…Betul banget. Penyebabnya yah siGlobal Warming ini…
Global warming the meaning of pemanasan global. Hal ini merupakan efek naiknya suhu bumi akibat meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi dan buminya jadi panas. Kalo bumi panas es yang ada dikutub jadi meleleh, kalo udah meleleh muka air laut jadi meningkat, terus perluasan gurun pasir, perubahan iklim yang tidak stabil, punahnya beberapa flora dan fauna tertentu, dan masih banya dampak lainnya yang pada intinya keseimbangan ekosistem ini jadi tidak terjaga….so gawat gak tuch..???
Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

Page Navigation Widget

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF